Kajian Ansor PAC Ciwaringin: Pentingnya Literasi Digital dan AI sebagai Pergerakan Media
Dalam upaya meningkatkan pemahaman kader-kader Ansor terhadap perkembangan teknologi dan Artificial Intelligence (AI), Gerakan Pemuda Ansor PAC Ciwaringin menggelar kegiatan kajian bertema "Literasi Digital dan Etika berinternet Memotivasi Dampak Buruk Dunia Cyber Bagi Generasi Muda". Kegiatan ini diikuti oleh para kader Ansor, Banser, serta masyarakat umum dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.
Acara diawali dengan pembacaan Tawasul, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua PAC GP Ansor Ciwaringin, Sahabat Shofiyudin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan betapa krusialnya literasi digital di era modern saat ini. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi dengan bijak agar memberikan manfaat positif bagi kehidupan bermasyarakat.
"Kader Ansor dan Banser di Kecamatan Ciwaringin harus mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab sebagai bekal pergerakan," tegas Shofiyudin.
Urgensi Etika Digital dan Peluang Ekonomi
Narasumber utama, Sahabat Mumu Muhammad, menjelaskan tentang pentingnya menggunakan media sosial secara cerdas, yakni dengan menyaring informasi sebelum membagikannya (filter before share) serta menjaga etika komunikasi di dunia maya.
Selain aspek etika, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya hoaks dan risiko penyalahgunaan teknologi digital. Menariknya, kajian ini juga mendorong kader Ansor dan Banser untuk memanfaatkan platform digital sebagai basis ekonomi kreatif. Pemanfaatan berbagai platform sosial media diharapkan mampu menunjang kemandirian ekonomi kader.
Menuju Kader yang Melek AI
Diskusi berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan seputar tantangan dunia digital. Sebagai penutup, narasumber menekankan harapannya agar seluruh kader Ansor sadar dan melek digitalisasi serta AI. Hal ini penting agar kader dapat menjadi pelopor literasi digital di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

