Bedah Manajemen Organisasi: Demisioner PP IPNU Bekali Santri Syawalan Rumus Tiga Ter (Terdidik, Terpimpin, Terorganisir)
Babakan Ciwaringin – Menjadi seorang santri tidak cukup hanya dengan mengaji, namun juga harus cakap dalam berorganisasi. Dalam rangkaian Kuliah Syawalan Ke-54, hadir narasumber yang mumpuni di bidangnya, Kang Hasan Malawi, Demisioner Ketua PP IPNU Bidang Keorganisasian.
3 Pilar Utama Organisatoris:
- Terdidik (Educated): Memiliki kesadaran penuh, paham visi-misi, dan terus mengasah kapasitas diri. Bukan sekadar ikut-ikutan.
- Terpimpin (Led): Berada dalam satu komando yang jelas dan patuh pada aturan main (AD/ART). Tidak bergerak sendiri-sendiri.
- Terorganisir (Organized): Bekerja secara rapi dan sistematis melalui pembagian tugas (jobdesk) yang jelas serta administrasi yang terukur.
Mengelola Ilmu dalam Bingkai Organisasi
Dalam pemaparannya, Kang Hasan Malawi menekankan bahwa niat baik saja tidak cukup untuk menggerakkan perubahan. Dibutuhkan sebuah wadah yang sehat dan sistematis. Beliau menggarisbawahi bahwa seorang organisatoris sejati harus memiliki kemantapan hati terhadap tiga pilar pergerakan tersebut.
"Ilmu tanpa organisasi akan tercerai-berai, sedangkan organisasi tanpa ilmu akan membabi buta," tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi para Santri Syawalan agar senantiasa menyelaraskan kapasitas intelektual mereka dengan kedisiplinan berorganisasi.
"Satu komando bukan soal kekuasaan, melainkan soal kesamaan arah gerak demi tercapainya tujuan bersama."
Kualitas Kader: Kesadaran dan Administrasi
Kang Hasan juga menyoroti pentingnya profesionalitas dalam administrasi. Menurutnya, sebuah organisasi yang besar dilihat dari seberapa rapi mereka mengeksekusi rencana dan seberapa patuh anggotanya terhadap AD/ART. Beliau mengajak para santri untuk mulai membiasakan diri bekerja secara sistematis, mulai dari unit terkecil seperti kafilah atau ranting.
Antusiasme peserta Kuliah Syawalan sangat tinggi, terutama saat sesi bedah kasus mengenai dinamika konflik internal organisasi dan cara penyelesaiannya melalui pendekatan yang organisatoris namun tetap mengedepankan nilai-nilai pesantren.
Output: Pulang Sebagai Kader Pelopor
Melalui pembekalan dari Kang Hasan Malawi, Jam'iyyah Syubbanul Wathon berharap peserta tidak hanya pulang membawa wawasan agama, tetapi juga membawa mentalitas pemimpin yang terorganisir. Bekal ini menjadi sangat penting saat mereka kembali mengabdi di lingkungan masing-masing sebagai penggerak umat.
Pastikan barisanmu rapi, gerakkan ilmumu dalam satu komando. Salam Syubbanul Wathon! ***
Warta Resmi Tim Media Jam'iyyah Syubbanul Wathon - Babakan Ciwaringin.
