Jendela Aswaja

Menilik Tradisi dan Pemikiran Ulama

Aswaja Annahdliyah Bukan Sekadar Label: Menelusuri Jejak Pemikiran Pendiri NU dalam Kitab At-Tibyan

Ciwaringin – Penguatan ideologi merupakan pilar utama dalam rangkaian Kuliah Syawalan Ke-54. Pada sesi kajian ilmiah kali ini, materi berfokus pada Aswaja Annahdliyah yang dibedah secara mendalam melalui literatur primer karya pendiri Nahdlatul Ulama.



Detail Kajian Ilmiah:

  • Materi: Aswaja Annahdliyah.
  • Pemateri: Ust. Abdul Hadi.
  • Referensi Utama: Kitab At-Tibyan fi al-Nahyi 'an Muqatha'at al-Arham wa al-Aqarib wa al-Ikhwan.
  • Karya: Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari.

Membedah At-Tibyan: Urgensi Menjalin Hubungan

Dalam pemaparannya, Ust. Abdul Hadi menjelaskan bahwa Kitab At-Tibyan bukan sekadar teks hukum, melainkan panduan etika sosial bagi warga Nahdliyin. Beliau menekankan pesan pokok Hadratussyaikh mengenai larangan memutus tali silaturahmi, baik kepada sanak saudara, kerabat, maupun sesama saudara seiman.

Kajian ilmiah ini menjadi sangat relevan di era modern, di mana polarisasi sosial seringkali mengancam ukhuwah. Melalui referensi kitab ini, peserta diajak untuk memahami bahwa kekuatan Aswaja Annahdliyah terletak pada kemampuan menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.

"Menjaga silaturahmi adalah manifestasi dari keimanan dan pondasi kekuatan jamaah."

Aswaja Annahdliyah sebagai Manhajul Fikr

Ust. Abdul Hadi juga menggarisbawahi bahwa memahami Aswaja melalui karya asli Mbah Hasyim memberikan sanad keilmuan yang jelas bagi para santri dan peserta Kuliah Syawalan. At-Tibyan memberikan penjelasan gamblang (Bayan) agar umat tidak terjebak dalam sikap saling memusuhi (muqatha'at).

Diskusi berlangsung dinamis, di mana peserta tidak hanya mendengarkan narasi, tetapi juga membedah metodologi pemikiran Hadratussyaikh dalam menyikapi perbedaan pendapat yang tetap dalam bingkai persaudaraan.

Kesimpulan Kajian

Kajian ilmiah Aswaja Annahdliyah ini diharapkan dapat mencetak kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga lembut secara hati dalam menjaga hubungan kemanusiaan. Karakter inilah yang menjadi ciri khas santri Syawalan Babakan Ciwaringin yang berlandaskan ajaran para masyayikh.

Pantau terus update materi kajian ilmiah selanjutnya hanya di situs resmi kami. Semoga ilmu yang didapatkan menjadi berkah bagi umat dan bangsa. ***

Dukung Dakwah Jendela Aswaja
Bantu kami terus menyebarkan ilmu dan tradisi ulama.
— PILIH NOMINAL QRIS (OTOMATIS) —
— ATAU TRANSFER MANUAL —