Sekretaris PC GP Ansor Cirebon Bekali Santri Syawalan Strategi Menjadi Pemimpin Masa Depan
Babakan Ciwaringin – Menjadi santri bukan hanya soal menguasai literatur keagamaan, tetapi juga kesiapan memegang tongkat estafet kepemimpinan umat. Dalam sesi Kuliah Syawalan Ke-54 hari ini, hadir sosok organisatoris berpengalaman, Ust. H. Muhammad Arsyad, yang menjabat sebagai Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Cirebon.
Fokus Materi Kepemimpinan:
- Tema: Membangun Generasi Pemimpin Masa Depan.
- Pemateri: Ust. H. Muhammad Arsyad (Sekretaris PC GP Ansor Kab. Cirebon).
- Pilar Utama: Karakter, Mentalitas, dan Sinergi Organisasi.
- Sasaran: Peserta/Santri Kuliah Syawalan Ke-54.
Karakter Pemimpin: Antara Idealisme dan Realitas
Dalam pemaparannya, Ust. H. Muhammad Arsyad menekankan bahwa Santri Syawalan memiliki keunggulan komparatif dibandingkan pemuda lainnya. Sebagai Sekretaris PC GP Ansor Cirebon, beliau berbagi pengalaman bagaimana mengelola organisasi besar dan pentingnya integritas bagi seorang kader.
"Pemimpin masa depan tidak lahir secara instan. Ia ditempa melalui ketaatan pada guru, kedalaman ilmu, dan keberanian mengambil tanggung jawab di organisasi," tegas beliau. Beliau mengajak peserta untuk tidak hanya menjadi pengikut arus, tetapi menjadi penentu arah perubahan yang berlandaskan nilai-nilai Aswaja Annahdliyah.
"Kekuatan seorang pemimpin terletak pada kemampuannya merangkul perbedaan dan konsistensi dalam memegang amanah."
Visi Kepemudaan di Era Digital
Beliau juga menyoroti tantangan pemuda Ansor dan santri di era disrupsi. Menurutnya, kepemimpinan masa depan menuntut kecakapan teknologi tanpa meninggalkan adab pesantren. Diskusi berlangsung dinamis saat para peserta bertanya mengenai cara membangun kepercayaan diri untuk tampil di ranah publik maupun politik tanpa kehilangan jati diri kesantrian.
Kehadiran tokoh dari pimpinan cabang ini memberikan suntikan motivasi luar biasa bagi para peserta. Banyak dari mereka yang merasa terinspirasi untuk aktif berkontribusi di pimpinan anak cabang (PAC) maupun ranting di daerah asal masing-masing setelah lulus dari Kuliah Syawalan.
Output: Pulang Sebagai Penggerak
Materi ini diharapkan menjadi pemantik bagi para peserta untuk mulai "berani memimpin" dari unit terkecil. Jam'iyyah Syubbanul Wathon melalui materi ini menegaskan komitmennya untuk mencetak kader-kader penggerak yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negeri.
Pantau terus laporan eksklusif materi Kuliah Syawalan Ke-54 lainnya hanya di kanal resmi kami. ***
Warta Resmi Tim Media Jam'iyyah Syubbanul Wathon - Babakan Ciwaringin.
