Kuasai Media, Kuasai Dakwah: Penggerak Lensa Pesantren Babakan Bekali Peserta Syawalan Ke-54
Babakan Ciwaringin – Menghadapi era Society 5.0, santri dituntut untuk melek teknologi tanpa kehilangan jati diri. Dalam sesi Kuliah Syawalan Ke-54 hari ini, Ust. Ahmad Nafis Hafie, sosok di balik suksesnya media "Lensa Pesantren Babakan", berbagi strategi jitu dalam tajuk "Penggunaan Media dengan Bijak".
Poin Utama Literasi Digital:
- Society 5.0: Integrasi ruang maya dan ruang fisik untuk kemaslahatan umat.
- Etika Digital: Tabayyun (verifikasi) sebagai kunci utama menghadapi hoaks.
- Konten Kreatif: Menjadikan media sebagai sarana dakwah bil lisan dan bil qolam.
- Personal Branding: Membangun citra positif santri di dunia maya.
Santri: Dari Konsumen Menjadi Produsen Konten
Dalam pemaparannya, Ust. Ahmad Nafis Hafie menekankan bahwa media sosial adalah pisau bermata dua. Sebagai penggerak Lensa Pesantren Babakan, beliau melihat potensi besar santri dalam mewarnai internet dengan konten yang menyejukkan. "Era Society 5.0 bukan tentang teknologinya, tapi bagaimana manusia menggunakan teknologi untuk membantu sesama," tutur beliau.
Beliau mengajak para Santri Syawalan untuk tidak sekadar "scroll" tanpa tujuan, melainkan mulai memproduksi tulisan, desain, atau video pendek yang memuat nilai-nilai kesantrian. Dengan begitu, wajah Islam yang ramah akan mendominasi algoritma media sosial.
"Jika orang baik diam di media sosial, maka ruang kosong tersebut akan diisi oleh konten-konten yang merusak."
Menjaga Adab di Ruang Digital
Meski bergerak di dunia digital yang serba cepat, Ust. Nafis mengingatkan agar santri tidak meninggalkan adab. Etika berkomunikasi di kolom komentar, cara menyebarkan informasi, hingga menghargai karya orang lain (hak cipta) adalah cerminan dari akhlakul karimah yang dipelajari di pesantren.
Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara mengelola media komunitas hingga teknis dasar pengambilan gambar (fotografi) yang sering dipraktikkan oleh tim Lensa Pesantren.
Output: Dakwah Digital Syawalan
Kajian ini diharapkan mampu mencetak kader Jam'iyyah Syubbanul Wathon yang siap bertempur di medan digital. Menjadi santri yang bijak, cerdas, dan inspiratif di era Society 5.0 tanpa tercerabut dari akar tradisi pesantren.
Pantau terus update materi harian Kuliah Syawalan Ke-54 hanya di media resmi kami. Bersama membangun literasi, bersama menjaga tradisi. ***
Warta Resmi Tim Media Jam'iyyah Syubbanul Wathon - Babakan Ciwaringin.
