KH Mohammad Hisyam Yahya Bekali Peserta Kuliah Syawalan Strategi Hadapi Dinamika Pergaulan Remaja
Babakan Ciwaringin – Intensitas pembelajaran dalam Kuliah Syawalan Ke-54 semakin mendalam. Sore ini, Senin (23/03/2026), para peserta tidak hanya berkutat dengan teks klasik, tetapi diajak membedah realita sosial melalui Kajian Ilmiah yang dipandu langsung oleh pakar pendidikan dan pesantren.
Laporan Langsung Kajian Sore:
- Tema: Dinamika Pergaulan Remaja: Antara Tekanan Sosial dan Pembentukan Identitas.
- Narasumber: KH. Mohammad Hisyam Yahya, M.Pd. (Rektor IPEBA Cirebon).
- Sasaran: Peserta/Santri Kuliah Syawalan Ke-54.
- Fokus Materi: Menjaga prinsip "Santri Syawalan" di tengah pengaruh lingkungan luar.
Dalam sesi yang sedang berlangsung di Masjid Miftahul Mutaalimin, KH. Mohammad Hisyam Yahya, M.Pd. menekankan bahwa peserta Kuliah Syawalan harus memiliki mentalitas yang berbeda. Sebagai individu yang memilih mengisi waktu libur Lebaran dengan menimba ilmu, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga identitas tersebut di tengah tekanan teman sebaya (peer pressure).
Menjaga Marwah "Santri Syawalan"
Beliau memaparkan bahwa dinamika pergaulan remaja saat ini sangat rentan terhadap krisis identitas. "Peserta Kuliah Syawalan adalah remaja pilihan. Jangan sampai setelah selesai mengikuti Kuliah Syawalan, identitas santri yang dibangun selama seminggu ini luntur hanya karena ingin dianggap keren oleh lingkungan pergaulan yang destruktif," tegas beliau.
"Kekuatan Peserta Syawalan terletak pada kemampuannya menjadi agen perubahan, bukan korban pergaulan."
Kajian ilmiah ini memberikan wawasan bagi santri Syawalan tentang cara memposisikan diri secara cerdas: tetap adaptif dan gaul, namun memiliki filter yang kuat terhadap nilai-nilai yang bertentangan dengan prinsip pesantren dan Aswaja Annahdliyah.
Antusiasme Diskusi Interaktif
Ratusan peserta tampak antusias melontarkan pertanyaan terkait cara menghadapi tekanan sosial di lingkungan sekolah atau kampus masing-masing. KH Mohammad Hisyam Yahya memberikan solusi praktis berbasis teori pendidikan dan pendekatan spiritual, sehingga materi terasa sangat membumi bagi para remaja Syubbanul Wathon.
Kajian ini diharapkan menjadi bekal mental bagi seluruh peserta agar saat program Kuliah Syawalan ini berakhir, mereka tetap membawa karakter "Santri Syawalan" yang tangguh, mandiri, dan bangga akan identitasnya.
Ikuti terus liputan harian Kuliah Syawalan Ke-54 dan saksikan tayangan ulangnya di kanal YouTube SyawalanSyawalan. ***
Warta Resmi Tim Media Jam'iyyah Syubbanul Wathon - Babakan Ciwaringin.
