Menjaga Sanad Intelektual: Peserta Kuliah Syawalan Ke-54 Bedah Kitab Al-Bayan Karya Mbah Hasyim Bersama Ust. Baehasurrahman
Babakan Ciwaringin – Tradisi intelektual pesantren kembali menjadi menu utama dalam Kuliah Syawalan Ke-54. Pada sesi pengajian kitab salaf kali ini, para peserta diajak mendalami pemikiran monumental pendiri Nahdlatul Ulama melalui kitab "Al-Bayan fi Taudhihil Bayan".
Laporan Pengajian Kitab Salaf:
- Kitab: Al-Bayan fi Taudhihil Bayan fin Nahyi 'an Muqatha'atil Arham wal Aqarib wal Ikhwan.
- Pengarang: Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari.
- Pemateri: Ust. Baehasurrahman.
- Peserta: Santri/Peserta Kuliah Syawalan Ke-54.
Dalam bimbingan Ust. Baehasurrahman, pengajian ini membedah secara mendalam dalil-dalil tentang larangan memutus tali silaturahmi (muqatha'atil arham) baik kepada keluarga, kerabat, maupun sesama saudara seiman. Kitab ini menjadi rujukan penting untuk membangun tatanan sosial yang harmonis berlandaskan ajaran Aswaja Annahdliyah.
Menanamkan Karakter Santri Syawalan yang Humanis
Ust. Baehasurrahman menjelaskan bahwa pemilihan kitab Al-Bayan bagi Peserta Kuliah Syawalan sangat tepat karena relevan dengan suasana Idul Fitri yang baru saja berlalu. Beliau menekankan bahwa menjadi santri bukan hanya soal pintar membaca teks, tetapi juga harus ahli dalam menjaga hubungan kemanusiaan.
"Ilmu yang kalian pelajari selama 7 hari ini akan sempurna jika diiringi dengan akhlak dalam menjaga persaudaraan."
Melalui metode pembacaan yang teliti, para peserta diajak memahami konteks mengapa Mbah Hasyim menulis kitab ini, yakni sebagai respon terhadap perpecahan yang seringkali muncul akibat perbedaan pendapat yang tidak disikapi dengan bijak.
Output: Dakwah Silaturahmi Digital
Sesi ini juga disinergikan dengan semangat dakwah digital yang menjadi tema kajian ilmiah sebelumnya. Peserta diharapkan mampu menyebarluaskan intisari Kitab Al-Bayan ini di media sosial masing-masing, sebagai upaya membendung narasi kebencian dan perpecahan di dunia maya.
Suasana pengajian berlangsung khidmat dengan peserta yang tekun memaknai kitab kuning mereka, mencerminkan semangat juang para pemuda bangsa (Syubbanul Wathon) dalam melestarikan warisan ulama Nusantara.
Terus pantau warta harian Kuliah Syawalan Ke-54 untuk mendapatkan intisari pengajian kitab salaf lainnya. ***
Warta Resmi Tim Media Jam'iyyah Syubbanul Wathon - Babakan Ciwaringin.
