Dari Babakan Menuju Kairo: Ust. Abdul Hanan Rizki, Lc. Bagikan Kiat Sukses Studi ke Luar Negeri
Babakan Ciwaringin – Mimpi besar menyusuri jejak keilmuan para imam mazhab di negeri orang bukan lagi hal yang mustahil bagi santri. Dalam rangkaian Kuliah Syawalan Ke-54, Ust. Abdul Hanan Rizki, Lc. hadir membedah strategi dalam materi "Kiat Sukses Studi ke Luar Negeri".
Poin Strategis Studi Luar Negeri:
- Persiapan Bahasa: Penguasaan bahasa Arab dan Inggris sebagai kunci utama.
- Seleksi Beasiswa: Memahami jalur Kemenag, Al-Azhar, hingga beasiswa mandiri.
- Manajemen Mental: Cara mengatasi culture shock dan kerinduan pada kampung halaman (homesick).
- Networking: Pentingnya membangun relasi dengan komunitas mahasiswa internasional.
Kairo Sebagai Inspirasi: Bukan Sekadar Gelar
Sebagai alumni **Al-Azhar Kairo**, Mesir, Ust. Abdul Hanan Rizki menekankan bahwa kuliah di luar negeri bukan sekadar mengejar gelar akademis. "Luar negeri adalah tentang memperluas cakrawala berpikir. Di sana kalian akan bertemu berbagai pemikiran dari seluruh dunia yang akan mendewasakan cara pandang kita terhadap perbedaan," tutur beliau.
Beliau membagikan pengalaman pribadinya saat bertahan hidup dan belajar di tengah iklim Timur Tengah yang ekstrem. Materi ini memicu antusiasme luar biasa, terutama saat sesi tanya jawab mengenai teknis tes masuk Al-Azhar dan persiapan berkas administrasi yang sering menjadi kendala bagi santri.
"Cita-cita setinggi langit harus dibarengi dengan ikhtiar di atas bumi yang luar biasa. Santri harus punya nyali mendunia!"
Pesan untuk Peserta: Jangan Takut Bermimpi
Ust. Hanan berpesan agar para Santri Syawalan mulai mempersiapkan diri sejak dini. Selain memperkuat hafalan dan pemahaman kitab kuning, penguasaan bahasa internasional menjadi harga mati. Beliau juga memotivasi santri agar tidak merasa rendah diri bersaing dengan siswa sekolah umum dalam memperebutkan beasiswa global.
Diskusi berlangsung hangat hingga akhir sesi. Banyak peserta yang merasa tercerahkan dan mulai memetakan rencana studi mereka ke berbagai negara, mulai dari Timur Tengah hingga Eropa.
Output: Generasi Santri Berwawasan Global
Melalui kajian ini, Jam'iyyah Syubbanul Wathon berharap Kuliah Syawalan Ke-54 melahirkan kader-kader yang tidak hanya jago di "kandang", tetapi mampu menjadi duta Islam rahmatan lil alamin di kancah internasional.
Kejar ilmumu hingga ke negeri jauh, tetaplah berpijak pada nilai-nilai pesantren di Babakan. ***
Warta Resmi Tim Media Jam'iyyah Syubbanul Wathon - Babakan Ciwaringin.
