Kajian Lingkungan Kuliah Syawalan Ke-54: Meneladani Konsep Hifzhul Bi’ah Bersama Ketua PPLB
Babakan Ciwaringin – Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (Hablum minallah) dan sesama manusia (Hablum minannas), tetapi juga dengan alam (Hablum minal 'alam). Hal ini ditegaskan kembali dalam sesi materi Ekologi pada Kuliah Syawalan Ke-54 yang disampaikan oleh Ust. Yazid Al Busthomi.
Poin Utama Kajian Ekologi:
- Konsep Khilafah: Manusia sebagai pengelola bumi, bukan perusak.
- Fikih Lingkungan: Landasan syariat dalam menjaga kebersihan dan ekosistem.
- Aksi Nyata PPLB: Pengalaman mengelola sampah dan penghijauan di wilayah Babakan.
- Tantangan Santri: Membangun kebiasaan hidup bersih di lingkungan pesantren.
Dakwah Visual: Dari Teori Menuju Aksi Nyata
Sebagai Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Babakan (PPLB), Ust. Yazid Al Busthomi tidak hanya menyampaikan teori. Beliau membagikan potret nyata perjuangan para pemuda Babakan dalam menjaga kelestarian sungai dan penataan sampah di sekitar pesantren. Menurut beliau, santri harus menjadi pionir dalam gerakan keberlanjutan.
"Santri yang peduli pada kitabnya, harus juga peduli pada halaman rumahnya. Menjaga kebersihan lingkungan adalah bukti nyata bahwa kita memahami konsep An-Nazhafatu Minal Iman secara mendalam, bukan sekadar hafalan," ujar Ust. Yazid penuh semangat.
"Alam adalah titipan, bukan warisan. Apa yang kita tanam hari ini, akan dipanen oleh anak cucu kita esok hari."
Membangun Karakter Santri Ramah Alam
Para Santri Syawalan diajak untuk berdiskusi mengenai masalah lingkungan yang ada di daerah asal masing-masing. Ust. Yazid menekankan bahwa perubahan besar dimulai dari hal kecil, seperti meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai dan mengelola limbah domestik secara bijak di asrama pesantren.
Antusiasme peserta sangat tinggi, terutama saat sesi simulasi pemilahan sampah organik dan anorganik. Materi ini memberikan penyegaran bahwa dakwah tidak selalu di atas mimbar, tetapi juga bisa melalui tangan yang memungut sampah dan menanam pohon.
Kesimpulan: Bekal Pulang Santri Syawalan
Melalui kajian ekologi ini, Jam'iyyah Syubbanul Wathon berharap peserta Kuliah Syawalan Ke-54 membawa pulang kesadaran lingkungan yang baru. Menjadi pemimpin masa depan tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga peka terhadap keberlangsungan ekosistem di sekitarnya.
Terus pantau update kegiatan harian Kuliah Syawalan Ke-54. Mari jaga alam, agar alam menjaga kita. ***
Warta Resmi Tim Media Jam'iyyah Syubbanul Wathon - Babakan Ciwaringin.
