NU: Organisasi yang Berkembang sesuai Zaman

Jendela Aswaja-Orang yang mengikuti organisasi Nahdlatul ulama meninggalnya akan didoakan oleh seluruh kiai bahkan pendiri Nahdlatul ulama ikut mendoakan, dan meninggalnya Khusnul khotimah. Hidup di dunia itu terbatas dan tidak ada yang kekal, karena hidup ini terbatas maka harus beriman dan tidak ada yang bisa menjamin meninggal Khusnul khatimah dan caranya mempunyai jaminan Khusnul khotimah itu, kita aktif di organisasi Nahdlatul ulama, ikut menjadi bagian mengurus Nahdlatul ulama bersama para kiai-kiai. Dan para kiai mendoakan kita meninggalnya Khusnul khotimah. Dalam menghadapi kehidupan yang penuh kerusakan, baik moral maupun mental, generasi anak muda telah terjerumus dalam pergaulan bebas baik dari narkoba, miras maupun ganja. Bagaimana cara menanganinya? Dan bagaimana cara Nahdlatul ulama menyikapinya? Caranya ialah anak dipantau dan dijaga oleh orang tua dan dirinya sendiri, dan orang tuanya aktif dalam ke NU an, menebar kebaikan, sebab Jiwa anak itu keturunan dari orang tuanya, jika orang tuanya mengurus Nahdlatul ulama maka keturunannya pun akan mengikuti jejak orang tuanya. 

Hakikat dakwah Nahdlatul ulama yaitu tujuannya agar semua orang mengikuti sanad keilmuan Nahdlatul ulama. Ikhtiar salah satunya yaitu kegiatan Kuliah ramadhan ini yang diisi oleh kiai-kiai yang sanad keilmuannya sangat jelas. Sanad itu merupakan bagian dari agama jadi jangan sembarangan harus mempunyai guru yang jelas jangan lewat google atau buku yang tidak jelas pengarangnya. Kalau tidak ada sanad orang berbicara tergantung nafsunya karena tidak punya dasarnya. Makanya dalam ajaran Ahlusunah waljamaah dalam NU sangat jelas, dalam ilmu fikih mengikuti madzhab empat, dalam ilmu tauhid mengikuti imam abu Hasan Asy'ari dan abu Mansur Al Maturidi, dalam ilmu tasawuf mengikuti imam abu Hamid Al Ghazali. Dan kiai-kiai kita mengajaji melalui sanad itu. 

Nanti, semua perbuatan akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak jadi jangan berprilaku dan berpikir seenaknya, bagaimana pentingnya mengamalkan syariat Islam dasarnya dari kiai. Pengetahuan orang yang mengikuti Nahdlatul ulama dijamin oleh Rasulullah saw. Nahdlatul ulama itu organisasi istimewa mengajarkan bagaimana hidup di dunia dan akhirat menjadi berkualitas. Ajaran Nahdlatul ulama itu dianjurkan untuk ikhtiar tetapi semuanya yang terjadi itu sesuai kehendak Allah SWT bahkan yang bertentangan dengan akal kita.

Dalam kegiatan ini, saya menyampaikan tentang keberadaan organisasi NU, bahwa NU itu adalah organisasi mubarokah. Organisasi yang banyak di doakan oleh para kekasih Allah, dan para kiai. Jadi jangan ragu ketika kita aktif dan bergerak didalam organisasi NU itu. Ada satu kisah tentang kiai Masduki Ali Babakan dan Kiai Usama Pabedilan. Bahwa NU itu jam'iyah mubarokah, organisasi yang diberkahi, ujar "Kiai Masduki Ali".

Kiai Usamah bertanya apa artinya organisasi mubarokah itu? 

Kiai Masduqi Ali menjawab:

Ada 3 perkara bahwa organisasi NU itu adalah organisasi yang diberkahi

Pertama, Orang yang ikut organisasi NU, merawat NU, dan aktif di NU, ketika wafatnya didoakan oleh para kiai dan pendiri NU (KH. Hasyim Asy'ari) dan meninggalnya Khusnul khotimah. Siapa yang akan tahu atas kematian seseorang itu baik atau tidak baiknya, maka dengan doanya para kiai, kita sebagai warga NU sangat beruntung akan jalan akhir kehidupannya.

Kedua, Kita semua ini menghadapi ancaman dan bahaya yang besar dan kita tidak bisa selama 24 jam menjaga keluarga dan keturunannya. Dengan perkembangan teknologi, generasi kita akan mudah bergaul dan komunikasi dengan siapa saja, mengakses berbagai link, ada teroris, porno, dan kejahatan lainya. Bagaimana kita mengontrolnya? Maka dengan mengurus dan aktif di NU, keturunan kita akan di jamin oleh para kiai untuk mengikuti jejak seperti para kiai. Doa para kiai dan kekasih Allah akan selalu menjaganya.

Ketiga, Orang yang aktif di NU, rizkinya diberikan dari berbagai arah, tidak terduga (min haitsu la yakhtasib). Maka tatalah dengan baik niat kita aktif di organisasi NU itu. Sebagai organisasi yang diberkahi oleh Allah SWT, orang yang mau mengikut Nahdlatul ulama rezekinya diberikan dari sumber yang tidak menentu bahkan dari cara yang tidak masuk akal. Rezeki lewat ikhtiar pun banyak bahkan anak pun sumber rezeki karena setiap anak melahirkan pintu rezeki. Kalau niat ikut Nahdlatul ulama karena mencari uang tidak akan mendapatkannya maka niat mengurus Nahdlatul ulama dengan ikhlas insyaallah tidak kekurangan rezeki.

Terakhir, yakinkan diri kita bahwa organisasi NU itu membawa kebaikan, kedamaian, dan kemaslahatan untuk umat. Bangun generasi kita untuk terus aktif di organisasi dan gerakan NU, ada Muslimat, Fatayat, Ansor Banser, IPNU IPPNU, pagarnusa, dan lembaga lainnya.


Oleh : KH. Aziz Hakim Syaerozi

(Ketua Tanfidziah NU Kab. Cirebon)

Pimpinan Redaksi : Arif Al-bonny 

Editor  : Ahmad Rozi 

Mau donasi lewat mana?

BRI - Ahmad Rozi (4128-01-023304-53-0)
Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
© Jendela Aswaja. All rights reserved. Developed by Jago Desain